Total Tayangan Halaman

Kamis, 30 Maret 2017

KENANGAN YG TAK TERLUPAKAN DARI MBAH SHOBIB

SARKUB

Aku sedang duduk sendiri di ruang tamu, setelah tamu-tamu pamit pulang, ketika datang seorang tua berpakaian petani, seperti baru saja mentas dari sawah.
Begitu sampai pintu rumah, dia buka tudung kepalanya dan dengan berjongkok dia mendatangiku. Aku buru-buru mendapatkannya dan 'mendudukkannya' di sebelahku.

Dengan sangat sopan, dia memperkenalkan dirinya. (MasyaAllah, aku kaget setengah mati. Inikah tokoh yang selama ini diceritakan orang dengan berbagai sebutan, seperti Kiai Khos, Kiai Nyentrik, 'Kiai jalanan', bahkan ada yang terang-terangan menyebutnya sebagai Wali? Kiai yang sering menolong orang dengan menyamar sebagai orang lain?). Selain ingin bersilaturahmi, tamu istimewaku itu minta izin untuk memberi sekedar 'uang jajan' kepada anak-anak TK Masyithoh yang letaknya di sebelah rumah. Dia minta tolong ibu guru TK menjelaskan kehadirannya, sebelum kemudian  membagikan uang kepada anak-anak sambil mengatakan, "Mbah dimintakan ampun kepada Allah ya!"

Kemudian, setelah perkenalan aneh tersebut, tokoh yang suka menyebut dirinya Sarkub alias Sarjana Kuburan ini sering ke rumah dengan penampilan khas. Tidak lagi seperti petani; tapi campuran antara citra kiai, pengusaha, dan rakyat jelata: mengenakan jas, peci hitam yang lancip, selalu naik mobil yang cukup mewah --paling sering naik jeep Mercedes Benz-- dan memakai sandal japit atau bahkan kadang nyeker, tanpa alas kaki.

Kebiasaan istimewa tokoh ini saat rawuh ke rumah: duduk hanya sebentar, lalu minta izin ke dapur; lalu membagi-bagi uang kepada siapa saja yang ada di dapur. Lalu minta izin untuk memberi uang kepada ibuku (almarhumah nyai Ma'rufah Bisri), kepada mbakyuku (Nyai Muhsinah Cholil), dan ibunya anak-anak (almarhumah bu Siti Fatmah). Kemudian bergegas kesana-kemari untuk memberikan uang tidak hanya kepada mereka yang dituju, tapi juga kepada siapa saja yang berpapasan; apakah itu anak-anak, santri, atau orang yang kebetulan lewat. Maka hampir semua penduduk seputar gubug kita hafal kebiasaan istimewa ini.

Aku perhatikan jasnya yang tampak kebesaran dan memiliki banyak saku itu, ternyata  bukan sembarang jas. Rupanya saku-saku jas itu penuh dengan uang dan masing-masing, berisi uang dengan nominal sendiri-sendiri: saku ini berisi ratusan ribu; saku itu, lima puluhan ribu; yang ini, dua puluhan ribu; yang itu, sepuluhan... Jadi setiap orang 'punya saku'nya sendiri di jas tokoh kita ini.

Pasti kebiasaan membagi-bagi uang itu tidak hanya di tempat kami saja. Sebelumnya aku sudah mendengar kebiasaan 'kiai-pengusaha' dermawan ini. Dan ini hanyalah salah satu dari keistimewaan tokoh kiai yang mengaku pernah menjadi khadam atau pelayannya Mbah Kiai Romli Tamim Rejoso. Kiai yang --seperti halnya Al-'arif biLlah Syeikh Bahlul dari Baghdad-- suka ziarah ke kuburan ini, 8 tahun yang lalu wafat setelah sehari sebelumnya ziarah ke makam Sunan Muria. Hari ini akan diperingati haul tokoh kita ini, KH. Shobiburrahman bin Anwar yang masyhur dikenal dengan panggilan Mbah Shobib, di kediamannya Menganti Jepara.

Lahul Fãtihah.

Copas dari fp: gus mus

Cc; saidkue estu yg pernah kon boncek ke
    : joko tingkir sing kulino di suwuk,
   : kang jalal sing pernah nggolek i bekas
    Buang air kecil sing jebule malah tanpa
     Bekas
   :lan kbh konco sing pernah nggolek i      supire nganti ekrak ekrak di bukai.


Sabtu, 05 Maret 2016

Sejarah Keberadaan Makam Syeh Khasan Sadzali Rejenu desa japan kecamatan dawe kudus

Awal mula keberadaan makam SyehKhasan Sadzali tidak diketahui oleh warga sekitar,dan sebelumnya makam itu sudah ada sekitar abad ke-8 yaitu masa sebelum masa walisongo. Menurut warga sekitar, pada tahun 1920 ada seorang dari negara irak yang mencari keberadaan makam Syeh Khasan Sadzali Menurut narasumber orang tersebut masih bersaudara dengan Syeh Khasan Sadzali dan beliau ingin mencari keberadaannya. Beliau mencari ke Indonesia dengan membawa tanah dari irak untuk di cocokkan dengan tanah di makam Syeh Khasan Sadzali. Beliau melalang Buana mulai daerah Jawa Barat yang meliputi Banten, Cirebon, kemudian menuju Demak Jawa Tengah dan Beliau sampai di Kudus. Setelah itu, beliau bertemu dengan Mbah Nashir, dan saudara dariSyeh Khasan Sadzali bertanya kepada Mbah Nasir tentang keberadaan makam Syeh Khasan Sadzali. Mbah Nasir menunjukkan tempat tinggal Mbah Rozi yang berada di Desa Japan.Sesampainya di Desa Japan, Saudara dari Syeh Khasan Sadzali beserta Mbah Rozi Menuju ke Rejenu untuk melihat makam.Sebelum sampai tempat tujuan, di daearah air terjun terdapat tanda-tanda keberadaan adanya makam Syeh Khasan Sadzali [Saudara dari Orang Irak]. Beberapa saat kemudian sampailah saudara Syeh Khasan Sadzali dan Mbah Rozi di makam tersebut. Ternyata, makam itu benar-benar makam  dari Syaihk Khasan Sadzali. Hal itu di ketahui setelah saudara Syeh Khasan Sadzali mencocokkan tanah yang di bawanya dari Negara Irak.Setelah terbukti bahwa makam itu adalah makam Syeh Khasan Sadzali, kemudian saudara Syeh Khasan Sadzali membersihkan dan memberi kepunden untuk menandai makam tersebut dan lama kelamaan makam itu di ziarahi oleh warga sekitar. Di tahun 1991 di bangunlah bangunan pada makam Syeh Khasan Sadzali agar para peziarah dapat merasa nyaman saat berziarah. Tak jauh dai makam Syeh Khasan Sadzali terdapat mushola yang biasa si gunakan untuk kegiatan keagamaan.Di sebelah barat mushola, kira-kira 50 meter dari makam Syeh Khasan Sadzali terdapat tiga mata air yang rasanya berbeda-beda. Masyarakat menyebutnya dengan mata air tiga rasa. Menurut warga setempat, air tersebut digunakan untuk berwudhu Syeh Khasan Sadzali semasa hidupnya.Menurut narasumber, mata air ituada namanya masing-masing yaitu:1.Ma'ul Hayatyang berarti AIR KEHIDUPAN. Air ini berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.2.Ma'ul Dunyayang berarti AIR DUNIA yang berkhasiyat untuk berbagai kegiatan yang bersifat duniawi. Contoh : Ketika ingin mendirikan usaha, maka air ini disiramkan pada tempat yang akan dijadikan usaha.3.Ma'ul Ilmiyang berarti air untuk mencari ilmu. Air ini berkhasiyat untuk menjadikan seseorang menjadi lancar dan mendapatkan kesuksesan dalam pencarian ilmunya.Menurut seorang petugas makam, ketiga mata air ini banyak mengandung berbagai khasiyat dan manfaat. Konon, Mata air ini pernah didatangi oleh santri yang berasal dari jawa timur yang disuruh oleh Kyai-nya hanya untuk mengambil air tiga rasa tersebut. Mata air ini pun tidak pernah kering walaupun saat musim kemarau.

Senin, 24 Agustus 2015

DAFTAR MAKAM-MAKAM WALI DI JEPARA

1. Syeh Suto Mangun Joyo - Desa Banyumanis, Kec. Donorojo 2. Syeh Lancing Sanjoyo - Desa Tulakan, Kec. Donorojo 3. Syeh Sawunggaling / Ki Ageng Keling - Desa Jlegong, Kec. Keling 4. Syeh Bono Keling - Desa Keling - Kec. Keling 5. Syeh Kertosuro / Balekambang - Ds.Jenggotan - Kec. Kembang 6. Syeh Ki Ageng Gede Bangsri - Desa Wedelan - Kec. Bangsri 7. Syeh Dimyati / R. Sukri - Desa Demeling - Kec. Mlonggo 8. Syeh Juru Sungging Prabangkoro - Desa Bondo Jepara 9. Syeh Syeh Ki Ageng Prabangkoro - Bandengan Jepara 10. Syeh Al Fakih Lop Lop - Bandengan Jepara 11. Syeh Meisin / Mbah wasi - Kuwasen Jepara 12. Syeh Wali Joko Lelono - Cumbring Jepara 13. Syeh Jenggala - Saripan Jepara 14. Syeh Pangeran Syarip - Saripan Jepara 15. Syeh Abdul Rohman / Sunan Pakis Aji - Potroyudan Jepara 16. Syeh wali Zaini - Makam gendong - Saripan Jepara 17. Syeh Ki Ageng Juminah - Mantingan Jepara 18. Syeh Ki Ageng Ladunni - Karang Kebagusan Jepara 19. Syeh Tubagus Kaffi - Karang Kebagusan Jepara 20. Syeh Wali Kramat - Dema'an Jepara 21. Sultan Hadlirin - Mantingan Jepara 22. Syeh Abdul Jalil - Mantingan Jepara 23. Pangeran Jaya Kandar - Bapangan Jepara 24. Syeh Abu Bakar - Pulau Panjang Jepara 25. Syeh Jogo Laut - Teluk awur Jepara 26. Yek Shodiq - Gotri, Pecangaan Jepara 27. Syaikh maulana ahmad husain ,watuaji keling jepara 28, syaikh zakariya,klepu keling jepara 29. Syaikh haji anwar bin kadam dan syaikh sobiburrohman,menganti,jepara 1.Syekh Ronggo Kusumo, Kaliombo Pecangaan Jepara. 2. Syekh Maulana Malik ibrahim Almagribi & Syekh maulana Abdurrahman Almagribi, Kedungmalang Jepara. 3. Syekh Sentanu Hasanuddin, Karangrandu Pecangaan Jepara. 4.Syekh Maulana Mangun Sejati, Bugel Jepara. 5.Raden Citrosomo I,III,IV,V,VI,(bupati jepara) Komplek Makam Citrosomo Sendang Jepara,(makam ayahanda serta ibunda dari RA.Kartini juga di semayamkan disini. 6.Mbah Datuk Gurunadi Singorojo, Singorojo Mayong Jepara. Update: 1.mbh sentono srobyong mlonggo 2.mbh datuk singorojo srobyong mlonggo 3.mnh wali kawak,kawak mlonggo 4.mbh Ratu shima,kawak mlonggo 5.mbh suto jiwo bondo mlonggo 6.mbh habib abdurrahman mbak mati mbondo 7.mbh endang mbondo 8.mpurancak karanggondang 9.mbh tunggul wulung mbondo 10. Mbh sukowati kaliyaman bangsri 11.mbh agung alim sekacer 12.mbh hasan husni kuasen. 13.mbh singo blendang suwawal timur. .....

Rabu, 19 Maret 2014

Aplikasi unik android

Siponsel.com –
Semakin canggihnya
anplikasi – aplikasi HP
android saat ini. Kini
diluncurkan kembali
sebuah aplikasi mobile
khususnya yang
menggunakan
operating system
Android dan dapat
digunakan untuk
mendeteksi hantu
sampai dengan
merekam
keberadaan makhluk
halus atau hantu.
Aplikasi ini sudah
banyak dibicarakan
dan digunakan
khususnya bagi para
orang yang bekerja
di dalam bidang
mistis.
Nah, pensaran
seperti apa
aplikasinya ? berikut
ini ada 4 Aplikasi
Android yang bisa
digunakan untuk
mendeteksi hantu :
1. Camera Ghost
Detector
Camera Ghost
Detector ini
merupakan salah
satu aplikasi kamera
yang sudah
disematkan di
smartphone dengan
memiliki fungsi mirip
radar yang dapat
mendeteksi
keberadaan makhluk
halus sehingga hasil
gambar yang terasa
janggal tersebut
akan ditampilkan
pada layar
smartphone
tersebut.
2. Ghost Detector
Ghost Detector
merupakan salah
satu aplikasi yang
dapat kamu install
langsung secara
otomatis dapat
digunakan sebagai
EMF detector.
Ghost Detector ini
layaknya detektif
yang dapat
menganalisis
keberadaan energi
aneh dan
membedakan energi
gelombang pengguna
lain yang berada di
sekitar pengguna dan
akan ditunjukkan
pada layar.
3. Ghost EVP
Analyzer
Ghost EVP Analyzer
ini merupakan salah
satu aplikasi yang
memiliki kualitas
cukup baik dalam
membantu pengguna
untuk memburu
hantu. Ghost EVP
Analyzer ini
merupakan aplikasi
android yang dapat
diunduh melalui
Google play dan
memiliki fungsi
menganalisis setiap
suara yang terekam
dan dapat
didengarkan ulang
dengan kecepatan
normal, cepat atau
lamban.
4. All in One Ghost
Hunter
All in One Ghost
Hunter juga salah
satu aplikasi android
yang bisa digunakan
untuk mendeteksi
hantu dengan
dilengkapi scanner,
EVP detector, Spirit
Board, Map dan
EMF Meter.
Nah, itulah keempat
aplikasi android yang
bisa digunakan untuk
mendeteksi hantu
dan semuanya dapat
di unduh melalui
Google play.
Bagaiamana,
penasaran dengan
hasil kerjanya ? coba
saja jika kamu punya
nyali yang tinggi
untuk menangkap
hantu ?

Senin, 20 Januari 2014

HUJAN ADALAH BERKAH, BERSYUKURLAH JIKA HUJAN

Jangan salahkan hujan , hujan itu
indah, Hujan datang membawa
berkah. Sebagian sering berasumsi
bahwa penyebab banjir awal tahun
ini karena curah hujan tinggi
melanda kawasan Jabodetabek.
Tetapi faktanya tidak. Lantas, apa
sebabnya?,
Penyebabnya ialah kita sendiri,
kita masih belum memiliki
kesadaran dan peduli lingkungan.
Air hujan mestinya diserapkan ke
bumi.'' Namun yang terjadi,
kantong-kantong penyangga seperti
sawah, setu, dan rawa banyak yang
hilang serta berubah menjadi
perumahan dan perkantoran
megah.
Di hulu, pembalakan dan
penggundulan hutan merupakan
sumber utama datangnya banjir di
berbagai wilayah Indonesia. Curah
hujan dengan intensitas tinggi,
rendahnya kemampuan tanah
menyerap air berakibat rentannya
terjadi banjir dan longsor.
Salahkah hujan?
Hujan adalah air dari langit yang
diturunkan Allah dengan penuh
keberkahan: “Dan Kami turunkan
dari langit air yang penuh
keberkahan lalu Kami tumbuhkan
dengan air itu pohon-pohon dan
biji-biji tanaman yang
diketam” (Qs Qaaf 9).
Di antara keberkahan dan
manfaat hujan adalah manusia,
hewan dan tumbuh-tumbuhan
sangat membutuhkannya untuk
keberlangsungan hidup,
sebagaimana Allah Ta’ala: “Dan dari
air Kami jadikan segala sesuatu
yang hidup. Maka mengapakah
mereka tiada juga beriman?” (Qs
Al-Anbiya’ 30).
Rasulullah SAW semasa
hidupnya adalah orang yang
sangat senang dengan hujan,
karena hujan adalah rahmat Allah.
Dalam hadits dari Anas RA,
Rasulullah bahkan ber tabarruk
(mengambil berkah) dari air hujan:
“Kami bersama Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
pernah kehujanan. Lalu Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
menyingkap bajunya hingga
terguyur hujan. Kemudian kami
mengatakan, ‘Ya Rasulullah,
mengapa engkau melakukan
demikian?’ Kemudian Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Karena dia baru saja
Allah ciptakan” (HR Muslim).
Hadits di atas dijadikan dalil
bagi ulama Syafi’iyah untuk
menganjurkan menyingkap
sebagian badan (selain aurat)
pada awal turunnya hujan, agar
terguyur air hujan tersebut.
Keutamaan lainnya, saat hujan
adalah waktu yang maqbul untuk
memanjatkan doa, sebagaimana
sabda Nabi SAW: “Carilah do’a
yang mustajab pada saat
bertemunya dua pasukan, pada
saat iqamah shalat, dan saat turun
hujan" (HR Al-Hakim).
Karena demikian banyaknya fadilah
hujan, maka Rasulullah SAW
menganjurkan doa mulia untuk
menyambut rahmat
hujan: “Muthirna bi fadhlillahi wa
rohmatih” (HR Muslim). Artinya:
“Kita diberi hujan karena karunia
dan rahmat Allah.”
Menolak hujan dengan meminta
bantuan paranormal adalah
tindakan yang tidak hanya
bertentangan dengan sunnah
Rasul, tapi juga kemusyrikan yang
tidak terampuni dosanya.
Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa
mendatangi tukang ramal atau
dukun lalu dia membenarkan apa-
apa yang dikatakan maka sungguh
dia telah kafir terhadap apa yang
telah diturunkan kepada
Muhammad” (HR Abu Dawud, At-
Tirmidzi, Ibnu Majah).
"Sesungguhnya Allah tidak akan
mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang
selain dari syirik itu bagi siapa
yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa
yang mempersekutukan Allah, maka
sungguh ia telah berbuat dosa
besar" (An-Nisaa': 48).
"Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu
dengan) Allah, maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya surga,
dan tempatnya ialah Neraka,
tidaklah ada bagi orang-orang
zhalim itu seorang penolong
pun." (Al-Maa-idah: 72).
"Sesungguhnya Allah tidak
mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu)
dengan Dia, dan Dia mengampuni
dosa yang lain dari syirik itu bagi
siapa yang dikehendaki-Nya.
Barang siapa yang
mempersekutukan (sesuatu)
dengan Allah, maka sesungguhnya
ia telah tersesat sejauh-
jauhnya." (An-Nisaa': 116).
“Barang siapa mempersekutukan
sesuatu dengan Allah, maka
(adalah) ia seolah-olah jatuh dari
langit lalu disambar oleh burung,
atau diterbangkan angin ke tempat
yang jauh.” (Al-Hajj: 31). Wallahu
a'lamu bis-shawab.

Selasa, 14 Januari 2014

Telur dan ayam duluan mn??

SainsMe - Ayam atau telur, mana
yang duluan ada? Ayam berasal dari
telur, tapi telur juga berasal dari
ayam. Jadi muter-muter gini. Kalau
boleh bercanda, jawabannya adalah
tergantung yang mana disebut
duluan. Tapi, para ilmuwan sudah
berhasil mengungkap teka-teki ini.
Menurut hasil riset tim ilmuwan dari
Sheffield dan Warwick University di
Inggris, ayam lebih duluan ada
daripada telur.
Penjelasan singkatnya begini, bahan
pembentuk cangkang telur adalah
protein yang hanya dapat ditemukan
di indung telur ayam. Jadi, telur ada
hanya jika diproses di dalam tubuh
ayam. Pasti pada penasaran gimana
para ilmuwan tersebut berhasil
mengungkap teka-teki ini. Tim
ilmuwan tersebut menggunakan
sebuah super komputer untuk
memperbesar proses pembentukan
sebuah telur. Mereka menemukan
bahwa protein yang bernama
ovocledidin-17 atau OC-17 bertindak
sebagai katalis untuk mempercepat
pembentukan cangkang telur.
Dengan super komputer bernama
HECToR yang berada di Edinburg,
Skotlandia, tim ilmuwan
mengungkapkan bahwa OC-17 sangat
penting dalam kristalisasi yang
merupakan tahap awal pembentukan
cangkang. Protein tersebut
mengubah kalsium karbonat menjadi
kristal keras yang menjadi bahan
pembuat cangkang.
OC-17 mempercepat produksi
cangkang telur dalam tubuh ayam
sehingga dalam waktu 24 jam
sebuah telur siap untuk dikeluarkan.
Yang perlu digarisbawahi dalam
penemuan ini adalah bahwa telur
tidak dapat diproduksi tanpa OC-17
yang terdapat dalam indung telur
ayam. Jadi, ini berarti bahwa ayam
pastilah lebih dulu dibandingkan
telur. Teka-teki ayam dan telur pun
terpecahkan.

Kamis, 09 Januari 2014

Sejarah Keraja'an kalingga

Garis waktu sejarah Indonesia
Sejarah Nusantara
Prasejarah
Kerajaan Hindu-Buddha
Kutai (abad ke-4)
Tarumanagara (358–669)
Kalingga (abad ke-6 sampai ke-7
Sriwijaya (abad ke-7 sampai
ke-13)
Sailendra (abad ke-8 sampai
ke-9)
Kerajaan Medang (752–1006)
Kerajaan Kahuripan (1006–1045)
Kerajaan Sunda (932–1579)
Kediri (1045–1221)
Dharmasraya (abad ke-12 sampa
ke-14)
Singhasari (1222–1292)
Majapahit (1293–1500)
Malayapura (abad ke-14 sampai
ke-15)
Kerajaan Islam
Penyebaran Islam (1200-1600)
Kesultanan Samudera Pasai
(1267-1521)
Kesultanan Ternate (1257–
sekarang)
Kerajaan Pagaruyung (1500-1825
Kesultanan Malaka (1400–1511)
Kerajaan Inderapura (1500-1792)
Kesultanan Demak (1475–1548)
Kesultanan Aceh (1496–1903)
Kesultanan Banten (1527–1813)
Kesultanan Cirebon (1552 - 1677
Kesultanan Mataram (1588—
1681)
Kesultanan Siak (1723-1945)
Kerajaan Kristen
Kerajaan Larantuka (1600-1904)
Kolonialisme bangsa Eropa
Portugis (1512–1850)
VOC (1602-1800)
Belanda (1800–1942)
Kemunculan Indonesia
Kebangkitan Nasional
(1899-1942)
Pendudukan Jepang (1942–1945)
Revolusi nasional (1945–1950)
Indonesia Merdeka
Orde Lama (1950–1959)
Demokrasi Terpimpin (1959–
1965)
Masa Transisi (1965–1966)
Orde Baru (1966–1998)
Era Reformasi (1998–sekarang)
l b s
Kalingga atau Ho-ling (sebutan
dari sumber Tiongkok) adalah
sebuah kerajaan bercorak Hindu
yang muncul di Jawa Tengah
sekitar abad ke-6 masehi. Letak
pusat kerajaan ini belumlah jelas,
kemungkinan berada di suatu
tempat antara Kabupaten
Pekalongan dan Kabupaten Jepara
sekarang. Sumber sejarah kerajaan
ini masih belum jelas dan kabur,
kebanyakan diperoleh dari sumber
catatan China, tradisi kisah
setempat, dan naskah Carita
Parahyangan yang disusun
berabad-abad kemudian pada
abad ke-16 menyinggung secara
singkat mengenai Ratu Shima dan
kaitannya dengan Kerajaan Galuh.
Kalingga telah ada pada abad ke-6
Masehi dan keberadaannya
diketahui dari sumber-sumber
Tiongkok . Kerajaan ini pernah
diperintah oleh Ratu Shima, yang
dikenal memiliki peraturan barang
siapa yang mencuri, akan
dipotong tangannya.
Catatan dari sumber lokal
Kisah lokal
Terdapat kisah yang berkembang
di Jawa Tengah utara mengenai
seorang Maharani legendaris yang
menjunjung tinggi prinsip
keadilan dan kebenaran dengan
keras tanpa pandang bulu. Kisah
legenda ini bercerita mengenai
Ratu Shima yang mendidik
rakyatnya agar selalu berlaku jujur
dan menindak keras kejahatan
pencurian. Ia menerapkan
hukuman yang keras yaitu
pemotongan tangan bagi siapa
saja yang mencuri. Pada suatu
ketika seorang raja dari seberang
lautan mendengar mengenai
kemashuran rakyat kerajaan
Kalingga yang terkenal jujur dan
taat hukum. Untuk mengujinya ia
meletakkan sekantung uang emas
di persimpangan jalan dekat
pasar. Tak ada sorang pun rakyat
Kalingga yang berani menyentuh
apalagi mengambil barang yang
bukan miliknya. Hingga tiga tahun
kemudian kantung itu disentuh
oleh putra mahkota dengan
kakinya. Ratu Shima demi
menjunjung hukum menjatuhkan
hukuman mati kepada putranya.
Dewan menteri memohon agar
Ratu mengampuni kesalahan
putranya. Karena kaki sang
pangeranlah yang menyentuh
barang yang bukan miliknya, maka
sang pangeran dijatuhi hukuman
dipotong kakinya. [1]
Carita Parahyangan
Berdasarkan naskah Carita
Parahyangan yang berasal dari
abad ke-16, putri Maharani Shima ,
Parwati, menikah dengan putera
mahkota Kerajaan Galuh yang
bernama Mandiminyak, yang
kemudian menjadi raja kedua dari
Kerajaan Galuh. Maharani Shima
memiliki cucu yang bernama
Sanaha yang menikah dengan raja
ketiga dari Kerajaan Galuh, yaitu
Brantasenawa. Sanaha dan
Bratasenawa memiliki anak yang
bernama Sanjaya yang kelak
menjadi raja Kerajaan Sunda dan
Kerajaan Galuh (723-732 M).
Setelah Maharani Shima
meninggal pada tahun 732 M,
Sanjaya menggantikan buyutnya
dan menjadi raja Kerajaan
Kalingga Utara yang kemudian
disebut Bumi Mataram, dan
kemudian mendirikan Dinasti/
Wangsa Sanjaya di Kerajaan
Mataram Kuno .
Kekuasaan di Jawa Barat
diserahkannya kepada putranya
dari Tejakencana, yaitu Tamperan
Barmawijaya alias Rakeyan
Panaraban. Kemudian Raja
Sanjaya menikahi Sudiwara puteri
Dewasinga, Raja Kalingga Selatan
atau Bumi Sambara, dan memiliki
putra yaitu Rakai Panangkaran.
Pada abad ke-5 muncul Kerajaan
Ho-ling (atau Kalingga) yang
diperkirakan terletak di utara Jawa
Tengah. Keterangan tentang
Kerajaan Ho-ling didapat dari
prasasti dan catatan dari negeri
Cina. Pada tahun 752, Kerajaan
Ho-ling menjadi wilayah taklukan
Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini
menjadi bagian jaringan
perdagangan Hindu, bersama
Malayu dan Tarumanagara yang
sebelumnya telah ditaklukan
Sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut
menjadi pesaing kuat jaringan
perdagangan Sriwijaya-Buddha. [2]
Fakta
Di Puncak Rahtawu (Gunung
Muria) dekat dengan Kecamatan
Keling, Jepara di sana terdapat
empat arca batu, yaitu arca Batara
Guru, Narada, Togog, dan Wisnu.
Sampai sekarang belum ada yang
bisa memastikan bagaimana
mengangkut arca tersebut ke
puncak itu mengingat medan yang
begitu berat. Pada tahun 1990, di
seputar puncak tersebut, Prof
Gunadi[3] dan empat orang
tenaga stafnya dari Balai Arkeologi
Nasional Yogyakarta (kini Balai
Arkeologi Yogyakarta) menemukan
Prasasti Rahtawun. Selain empat
arca, di kawasan itu ada pula
enam tempat pemujaan yang
letaknya tersebar dari arah bawah
hingga menjelang puncak.
Masing-masing diberi nama
(pewayangan) Bambang Sakri,
Abiyoso, Jonggring Saloko,
Sekutrem, Pandu Dewonoto, dan
Kamunoyoso.
Berita Cina
Berita keberadaan Ho-ling juga
dapat diperoleh dari berita yang
berasal dari zaman Dinasti Tang
dan catatan I-Tsing .
Catatan dari zaman Dinasti
Tang
Cerita Cina pada zaman Dinasti
Tang (618 M - 906 M) memberikan
tentang keterangan Ho-ling
sebagai berikut.
Ho-ling atau disebut Jawa
terletak di Lautan Selatan. Di
sebelah utaranya terletak Ta Hen
La ( Kamboja), di sebelah timurnya
terletak Po-Li ( Pulau Bali) dan di
sebelah barat terletak Pulau
Sumatera.
Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh
tembok yang terbuat dari tonggak
kayu.
Raja tinggal di suatu bangunan
besar bertingkat, beratap daun
palem, dan singgasananya terbuat
dari gading .
Penduduk Kerajaan Ho-ling
sudah pandai membuat minuman
keras dari bunga kelapa
Daerah Ho-ling menghasilkan
kulit penyu, emas , perak, cula
badak dan gading gajah.
Catatan dari berita Cina ini juga
menyebutkan bahwa sejak tahun
674 , rakyat Ho-ling diperintah oleh
Ratu Hsi-mo (Shima ). Ia adalah
seorang ratu yang sangat adil dan
bijaksana. Pada masa
pemerintahannya Kerajaan Ho-ling
sangat aman dan tentram.
Catatan I-Tsing
Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M)
menyebutkan bahwa pada abad
ke-7 tanah Jawa telah menjadi
salah satu pusat pengetahuan
agama Buddha Hinayana . Di Ho-
ling ada pendeta Cina bernama
Hwining, yang menerjemahkan
salah satu kitab agama Buddha ke
dalam Bahasa Cina. Ia
bekerjasama dengan pendeta Jawa
bernama Janabadra . Kitab
terjemahan itu antara lain
memuat cerita tentang Nirwana,
tetapi cerita ini berbeda dengan
cerita Nirwana dalam agama
Buddha Hinayana.
Peninggalan
Peninggalan Kerajaan Ho-ling
adalah:
Prasasti Tukmas
Prasasti Tukmas ditemukan di
ditemukan di lereng barat Gunung
Merapi , tepatnya di Dusun
Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan
Grabag, Magelang di Jawa Tengah.
Prasasti bertuliskan huruf Pallawa
yang berbahasa Sanskerta.
Prasasti menyebutkan tentang
mata air yang bersih dan jernih.
Sungai yang mengalir dari sumber
air tersebut disamakan dengan
Sungai Gangga di India . Pada
prasasti itu ada gambar-gambar
seperti trisula , kendi, kapak,
kelasangka, cakra dan bunga
teratai yang merupakan lambang
keeratan hubungan manusia
dengan dewa -dewa Hindu. [4]
Prasasti Sojomerto
Prasasti Sojomerto ditemukan di
Desa Sojomerto, Kecamatan Reban ,
Kabupaten Batang , Jawa Tengah.
Prasasti ini ber aksara Kawi dan
ber bahasa Melayu Kuna dan
berasal dari sekitar abad ke-7
masehi. Prasasti ini bersifat
keagamaan Siwais. Isi prasasti
memuat keluarga dari tokoh
utamanya, Dapunta Selendra,
yaitu ayahnya bernama Santanu,
ibunya bernama Bhadrawati,
sedangkan istrinya bernama
Sampula. Prof. Drs. Boechari
berpendapat bahwa tokoh yang
bernama Dapunta Selendra
adalah cikal-bakal raja-raja
keturunan Wangsa Sailendra yang
berkuasa di Kerajaan Mataram
Hindu.
Candi Angin
Candi Angin ditemukan di Desa
Tempur, Kecamatan Keling,
Kabupaten Jepara , Jawa Tengah.
Candi Bubrah, Jepara
Candi Bubrah ditemukan di Desa
Tempur, Kecamatan Keling,
Kabupaten Jepara , Jawa Tengah.
Kedua temuan prasasti ini
menunjukkan bahwa kawasan
pantai utara Jawa Tengah dahulu
berkembang kerajaan yang
bercorak Hindu Siwais. Catatan ini
menunjukkan kemungkinan adanya
hubungan dengan Wangsa
Sailendra atau kerajaan Medang
yang berkembang kemudian di
Jawa Tengah Selatan.
Referensi
1. ^ Drs. R. Soekmono, (1973 edisi
cetak ulang ke-5 1988). Pengantar
Sejarah Kebudayaan Indonesia 2 ,
2nd ed . Yogyakarta: Penerbit
Kanisius. hlm. 37.
2. ^ Munoz, Paul Michel (2006).
Early Kingdoms of the Indonesian
Archipelago and the Malay
Peninsula. Singapore: Editions
Didier Millet. hlm. pages 171.
ISBN 981-4155-67-5 .
3. ^ http://regional.kompas.com/
read/2008/12/28/08593188/
Puncak.Sanga.Likur.Tempat.Ritual.1.Sura
4. ^ IPS Terpadu Kelas VII SMP/
MTs, Penerbit Galaxy Puspa
Mega:Tim IPS SMP/MTs.