Total Tayangan Halaman

Rabu, 08 Januari 2014

Asal usul kota kudus

Sejarah Asal -usul Kota
Kudus
Sejarah Kota Kudus tidak terlepas
dari Sunan Kudus. Karena keahlian
dan ilmunya, maka Sunan Kudus
diberi tugas memimpin para
Jamaah Haji, sehingga beliau
mendapat gelar “Amir Haji” yang
artinya orang yang menguasai
urusan para Jama’ah Haji. Beliau
pernah menetap di Baitul Maqdis
untuk belajar agama Islam. Ketika
itu disana sedang berjangkit
wabah penyakit, sehingga banyak
orang yang mati. Berkat usaha
Ja’far Shoddiq, wabah tersebut
dapat diberantas.
Atas jasa-jasanya, maka Amir di
Palestina memberikan hadiah
berupa Ijazah Wilayah, yaitu
pemberian wewenang menguasai
suatu daerah di Palestina.
Pemberian wewenang tersebut
tertulis pada batu yang ditulis
dengan huruf arab kuno, dan
sekarang masih utuh terdapat di
atas Mihrab Masjid Menara Kudus
(lihat gambar).
Peran Sunan Kudus
Sunan Kudus memohon kepada
Amir Palestina yang sekaligus
sebagai gurunya untuk
memindahkan wewenang wilayah
tersebut ke pulau Jawa.
Permohonan tersebut dapat
disetujui dan Ja’far Shoddiq
pulang ke Jawa. Setelah pulang,
Ja’far Shoddiq mendirikan Masjid
di daerah Kudus pada tahun 1956
H atau 1548 M. Semula diberi
nama Al Manar atau Masjid Al
Aqsho, meniru nama Masjid di
Yerussalem yang bernama Masjidil
Aqsho. Kota Yerussalem juga
disebut Baitul Maqdis atau Al-
Quds. Dari kata Al-Quds tersebut
kemudian lahir kata Kudus, yang
kemudian digunakan untuk nama
kota Kudus sekarang. Sebelumnya
mungkin bernama Loaram, dan
nama ini masih dipakai sebagai
nama Desa Loram sampai sekarang.
Masjid buatan Sunan Kudus
tersebut dikenal dengan nama
masjid Menara di Kauman Kulon.
Sejak Sunan Kudus bertempat
tinggal di daerah itu, jumlah kaum
muslimin makin bertambah
sehingga daerah disekitar Masjid
diberi nama Kauman, yang berarti
tempat tinggal kaum muslimin.
Cerita Rakyat
Ada cerita rakyat di Kudus tentang
'apa sebab masyarakat Kudus
sampai sekarang tidak
menyembelih sapi'?. Sebelum
kedatangan Islam, daerah Kudus
dan sekitarnya merupakan Pusat
Agama Hindu. Dahulu Sunan
Kudus ketika dahaga pernah
ditolong oleh seorang pendeta
Hindu dengan diberi air susu sapi.
Maka sebagai rasa terima kasih,
Sunan Kudus waktu itu melarang
menyembelih binatang sapi
dimana dalam agama Hindu, sapi
merupakan hewan yang
dimuliakan.
Hari Jadi Kota Kudus
Hari Jadi Kota Kudus di tetapkan
pada tanggal 23 September 1549 M
dan diatur dalam Peraturan Daerah
(PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang
Hari Jadi Kudus yang di terbitkan
tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era
Bupati Kolonel Soedarsono. Hari
jadi Kota Kudus dirayakan dengan
parade, upacara, tasyakuran dan
beberapa kegiatan di Al Aqsa /
Masjid Menara yang dilanjutkan
dengan ritual keagamaan seperti
doa bersama dan tahlil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar